Dunia Taborea kedatangan banyak petualang baru, Demon Lord melihat mereka, dan merasa terganggu. Dia merasa mereka dapat menjadi ancaman nantinya, dan berencana menyerang sebelum pasukan Taborea tersebut menyerangnya lebih dulu. Karena dengan menghancurkan mereka, ia akan mampu memusnahkan umat manusia dan membuat Demons menguasai dunia.
Setelah Demon Lord menelusuri Dunia Taborea, Ia menciptakan sebuah altar sebagai portal untuk mengirim pasukannya, dan menyerang semua orang saat mereka kelelahan dalam perjalanannya. Dia akan menangkap semua petualang, dan menjalankan serangannya.
Ketika pasukan Mercenary berpatroli di sekitar tanah Silverspring, mereka melihat satu Demon sedang memangsa seekor hewan buas, dan mereka tahu bahwa itu bukan hal yang normal. Mereka membuntuti demon tersebut, dan menemukan sebuah altar milik Demon Lord, lalu mengikutinya masuk ke dalam. Portal membawa mereka ke tempat di mana kegelapan itu tak ada habisnya, dan patung-patung batu besar dari makhluk bertanduk kolosal menghiasi mimpi buruk.Tidak ada cahaya selain api unggun besar pada bagian tengah dimana tulang makhluk dan manusia dari segala jenis ditumpuk bersama dengan kayu api. Dari bayang-bayang, Demon Lord muncul dengan mata yang menyala-nyala penuh amarah dan penampilan yang menyampaikan makna “penyiksaan”.
Demon Lord: “Pasukan, Bangkit!”
Demon Lord suaranya menggema keras.
Demon Lord: “Kita harus menyerang Manusia yang sia-sia itu dua kali, baik di waktu senja, dan kami akan membawa mereka putus asa dari kejatuhan dan penderitaan!”
Pengikut Demon Lord: “Siap, Siap!!”
Pengikutnya bersorak, suara mereka sangat jahat dan mengerikan.
Demon Lord: “Andolier! Zurhidon!”
Dua Petinggi muncul dan berlutut di hadapan Demon Lord
Pengikut Demon Lord: “Ya, Tuanku”
Demon Lord: “Kalian berdua kumpulkan pasukan dan pimpin serangan ini. Manusia tidak berguna dihadapanku…”
Kata Demon Lord. Keduanya mengangguk.
Demon Lord: “Saya ingin Kemenangan, Saya tidak menerima kekalahan. Kepalamu akan dipenggal bila itu terjadi.”
Pengikut Demon Lord: “Ya, Tuanku. Kami tidak akan mengecewakan Tuanku …”
Kedua petinggi itu menghilang dalam kegelapan dan pengikutnya dibubarkan. Demon Lord duduk di takhtanya, dan tersenyum puas.
Para pasukanMercenary kembali melalui portal dan ke Varanas, mereka melaporkan apa yang dilihatnya kepada seorang kapten, Xyas Gallavar.
Spy Mercenary: “Kapten Xyas Gallavar, kami telah menemukan tanda-tanda pergerakan Demon Lord”
Pemimpin dari kelompok Mercenary itu berkata.
Spy Mercenary: “Ia berencana untuk menyerang kami pada saat kami lelah, dan menghabiskan umat manusia!”
Xyas Gallavar: “Apa!? Pada waktu seperti ini?!”
Spy Mercenary: “Ya, dan kami tidak punya banyak waktu…”
Sang kapten mengepal tangannya
Xyas Gallavar: “Sudah saatnya bagi kita untuk mengumpulkan kekuatan dan membela orang-orang, kita tidak boleh menyerah kepada Demon jahanam itu!”
Kata Xyas sambil mengangkat tinggi pedangnya.
Xyas Gallavar: “Saya akan mengumpulkan orang-orang yang ada untuk memperjuangkan kehidupan kita, dan bersama-sama kita harus melindungi apa yang kita hargai!”
Xyas Gallavar: “Dengar baik-baik, hai petualang-petualang baru, ayo kita lawan Demon Lord! Kebenaran akan menang!”
Menurut para Mercenary…
Spy Mercenary:
“Serangan 1 akan dilakukan pada
Tanggal 14 November 2009 Pukul : 15.00 WIB s/d 17.00 WIB Pukul : 20.00 WIB s/d 22.00 WIB
Serangan 2 akan dilakukan pada
Tanggal 15 November 2009 Pukul : 15.00 WIB s/d 17.00 WIB Pukul : 20.00 WIB s/d 22.00 WIB“
Kumpulkan semua alliansimu… Keluarkan semua keberanian dan kekuatanmu
Dan Bersiaplah, terhadap Malapetaka dari Demon Lord?
Akankah takdir dapat berubah atau dunia akan hancur oleh kekuasaan Sang Demon Lord?
Apa kalian siap menghadapinya?